info@bintangmira.com
Phone: +62 812-2323-2414


Investasi Hidup

“Uang tidak dibawa mati”, sering kita mendengar orang mengatakan demikian. Memang benar uang tidak dibawa mati. Tetapi jangan lupa kita ingin mulia pada saat kita tua, mempunyai rumah tinggal yang layak dan masih menghasilkan passive income sehingga masih bisa membelikan oleh-oleh untuk cucu kita kelak.

Pemberdayaan Perempuan

Women should empower each other, instead of being hateful and envy to another.

Kasih Ibu Tak Terhingga Sepanjang Masa

Nama Wanita muda ini adalah Ningrum Ayu Kusuma. Dia anak asuh pertama saya sekitar tahun 2008 bulan Januari. Ningrum begitu saya panggil. Dia sudah menunggak SPP enam bulan atau dua semester saat itu. “Ibu bisa langsung berkenalan dengan anak ini. Dia kelas X IPA 5, bapaknya pembuat batako di desa Temesi”, kata pak Subali saat itu, salah satu guru di Dosman (SMA 1 Gianyar).

Cantik Tidak Perlu Mahal

Janji iman batikbali bintang mirA kepada perempuan Bali adalah agar mereka cantik, sehat, kaya, dan baik hati. Untuk cantik biasanya perlu biaya maha. Mari kita buat konsep untuk membuat cantik tapi tidak perlu mahal. Untuk cantik yang tidak perlu biaya tinggi harus ada upaya dan tidak instalasi. Caranya bagaimana? Hidup sehat.

Perempuan dan Cara Unggul Pengelolaan Hutang

Perkenalkan nama saya bintang mirA, seorang ibu rumah tangga dan profesi saya adalah designer batikbali. Saya mempunyai hobi mengajar dan menulis tentang apapun yang berhubungan dengan perempuan dan anak remaja.

Motif Batik Bali

Apa yang terpikir kalau kita menyebutkan kata batik Bali? Dahulu yang ada dalam bayangan adalah motif bunga sepatu atau bunga kamboja. Sedangkan sekarang yang dibayangkan adalah motif poleng dan batik Bali bintang mirA.

Ornamen Pepatran

Ornamen Pepatran adalah ornamen yang idenya diambil dari tanaman yang merambat, seperti labu, pare, timun, yang biasanya menumpang pada pohon-pohon besar sebagai pagar rumah.

Sumber Inspirasi Saya

Selain pak Tjok Agung Pemayun dari desa Pejeng, adalah LOU ZELDIS almarhum yang menjadi sumber inspirasi saya. Awal pertama bertemu tahun 2009 di butik kecil di Ubud. Almarhum sedang menitipkan kain-kain batiknya untuk dijual di butik tersebut.

Saya Titip Gianyar Pada Bu Anne ….

“Saya titip Gianyar pada bu Anne“, kata terakhir dari bapak bupati menutup audensi kami tanggal 28 Juni 2016 pukul 09.00.
Siang itu saya mendapat telepon dari bunda. “Saya akan ke Gianyar tanggal 25 Juni sampai 30 Juni untuk pemotretan di hotel Rumah Luwih dan liburan anak-anak. Mira perlu saya tidak?”

Intinya bukan menjadi apa atau kuliah dimana, tetapi saya bisa membuat apa.

Perkenalan dengan dengan Dr. Rhenald Kasali dimulai tahun 2010 akhir. Saya meminta beliau untuk memberikan motivasi di SMA 1 Gianyar.
Tujuannya jelas: saya ingin anak-anak saya Rangga, Wedha, dan Mita bisa sukses dan bisa menjadi saluran berkat buat orang lain. Demikian pula dengan anak-anak asuh saya. Menyekolahkan, mengarahkan, ingin kuliah apa yang sesuai dengan talenta.

© Copyright bintang mirA. All Rights Reserved. Designed and maintained by baliwebpro.com